Kita semua adalah Partikel Cahaya.
Sebelum terciptanya waktu, di alam azali. Kita belum berbentuk seperti sekarang, bertubuh dan berbadan. Kita masih berupa kesadaran murni yang tidak bernafsu. Kesadaran yang tidak mempunyai keinginan.
Karena tidak mempunyai keinginan, kita pun tak mengenal adanya masalah. Yang ada cuma kebahagiaan. Tiada rasa takut. Tak kenal rasa sedih. Hanya keheningan yang syahdu.
Namun kesyahduan itu terpecah ketika terdengar sebuah suara;
"A lastu bi robbikum?"
Suara yang lembut tapi tegas, dari Sang Cahaya, Pencipta alam semesta.
Kita terdiam. Terhenyak. Tentu saja kita tahu apa jawaban dari pertanyaan tersebut. Kita hanya bertanya-tanya. Ada apa gerangan tiba-tiba Sang Cahaya bertanya demikian.
"Bukankah Aku adalah Tuhan kalian?"
Suara tersebut menyadarkan kita.
"balaa syahidnaa"
"Tentu saja, kami bersaksi"
Saat itu, terkuak sebuah rencana yang telah lama ditentukan. Bahwa Tuhan semesta alam menghendaki kita menjadi khalifah di alam dunia.
Kita tertunduk patuh. Walaupun kita masih belum mengerti. Untuk apa diutus ke alam dunia? Bukankah disini kita sudah bahagia?
"Liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amala"
Ternyata begitu, kita pun paham. Tak lain kita harus membuktikan kalau kita layak. Sang Pencipta menghendaki hal yang sederhana atas semua kenikmatan yang telah kita terima: pembuktian cinta.
"Innani Ana Allah, laa ilaaha illa Ana, fa'buduunii"
Tanda cinta itu berupa kepatuhan dan penghambaan.
Kita pun telah diberi 'cheat code' dalam menjalani kehidupan dunia.
"Ingatlah selalu, hanya dengan mengingatKu, berpasrah kepadaKu, kalian bisa tenang di alam dunia. Jangan terkecoh oleh keindahan dunia yang semu. Kutunggu kalian kembali sebagai jiwa yang tenang, kesadaran yang telah mengenal dirinya sendiri"
Sejak itulah, kita, manusia, sang partikel cahaya terlahir ke dunia. Menjalani hidup untuk kembali kepada Sang Cahaya.
Panggung telah dibentang. Lakon telah ditentukan. Sandiwara pun dimulai...
Jalan cerita setiap partikel cahaya tidaklah sama. Untuk itulah kutulis kisahku.
No comments:
Post a Comment