Wednesday, March 20, 2013

Lightbathing

Bangun tidur kuterus mandi...

Kalau yang tidur adalah kesadaran. Mandinya pakai apa dong?

Mandi cahaya!

Itulah shortcut yang diberikan guru untuk menguatkan kesadaran.

Mandi cahaya atau mandi matahari adalah ritual menyerap energi matahari yang dilakukan saat matahari terbit.

Sunbathing. Kata bule. Lightbathing. Kataku.

Mengapa lightbathing? Karena tujuan dari ritual ini selain untuk merangsang sel tubuh sehingga menjadi lebih peka terhadap getaran, juga membuatnya lebih bertenaga.

Seperti solar cell yang mampu menyerap energi panas matahari dan mengkonversinya menjadi listrik.

Apabila solar cell yang notabene adalah benda mati saja bisa sehebat itu, apa jadinya kalau energi matahari tersebut diserap dan diolah sel tubuh manusia yang berjumlah 50-75 trilliun?

Dan tentunya sel tubuh kita lebih kompleks dan beragam, lebih canggih.

Ionisasi atau aktivasi sel tubuh akan menjadikan setiap sel menjadi lebih 'hidup'. Lebih aktif.

Dan yang lebih utama, aktifitas triliunan sel yang bergetar serentak akan membuat kesadaran kita 'ngeh' kalau mereka hidup.

Kapan terakhir kali kita menyadari kalau sel kulit kita sebenarnya hidup?

Tidak pernah!

Mereka hidup seperti halnya sel makhluk hidup lainnya di muka bumi ini. Karena siklus hidup mereka begitu pendek dan ukurannya yang mikro membuat kita tidak aware kalau jutaan sel kulit ini mati setiap hari dan digantikan dengan sel lainnya secara otomatis. Sistematis.

Saatnya bilang WOW? Belum..

Sel tubuh yang telah terionisasi juga akan mampu menggetarkan dan mendeteksi energi makhluk hidup di dekatnya. Termasuk outer energi.

Resonansi.

Hukum saling getar-menggetar yang cetar membahana.

Masih ingat tentang garputala? Apabila ujung yang kanan dipukul, dia akan bergetar. Getaran itu akan merangsang ujung kiri garputala yang sebelumnya diam untuk turut bergetar. Begitulah sel kita bereaksi terhadap energi sekitar, atau sebaliknya.

Apa gunanya bisa resonansi? Sebut saja diantaranya automatic defense system, magnetic shield, radar atau detection, gamma radiation, healing, mind controlling, scanning, energy manipulation (fire bending, air bending, sound bending) dan lainnya.

Saatnya bilang WOW!!

Tubuh manusia adalah satu kesatuan sistem yang paling canggih yang pernah ada. Karena Tuhan menciptakan manusia dengan 'tanganNya' sendiri. Insan kamil.

"Sesungguhnya kami ciptakan manusia dengan bentuk yang TERBAIK"

Ukuran terbaik disini adalah ukuran Tuhan. Bukan kita. Yang berarti undefined, tak terdefenisikan. Bisa dibilang, hanya Dia sendiri yang tahu seberapa hebat kemampuan ciptaannya ini.

"Lalu kami tempatkan (default setting) mereke ke derajat yang paling rendah diantara yang terendah"

Lagi lagi, rendah kata Tuhan itu tiada terkira rendahnya.

"Kecuali orang yang beriman (believe) dan beramal saleh (do and train the right exercise), maka bagi mereka ganjaran (power, ability, wealth) yang TANPA BATAS (limitless).

Tanpa batas kata Tuhan itu luaaa..rrr biasa hebat. Karena batasnya Dia sendiri yang menentukan, bukan kita.

Jadi "cheat code" nya telah di berikan. Yaitu believe dan do the right exercise.

Latihan seperti apa?

Lightbathing...

Tidak! Kamu salah! Kamu mendangkalkan makna alqur'an! Kamu sesat!!

Sama sekali tidak. Karena lightbating hanyalah permulaan yang paling awal. Rangkaian training itu akan terbentang di sepanjang hidup kita.

Pahamilah bahwa apa yang akan kusampaikan dapat mengguncang kepercayaan anda.

Take it, or leave it... NOW!

Kusarankan anda membaca ulang tulisan ini dari awal.

Sudah ketemu jawabannya?

Kalau belum. Baca sekali lagi. Perlahan-lahan.

Yap, benar sekali. Kunci utama dari semua ini adalah KESADARAN.

Karena kesadaran inilah yang dibutuhkan agar exercise atau amal sholeh kita selanjutnya dapat dikerjakan dengan BENAR. Karena kalau tidak benar, amal kita tidak akan sholeh.

Dan lightbathing adalah ritual untuk menguatkan kesadaran.

Sesimple itu. Tidak ada yang disembunyikan disini.

Jadi karena itulah mengapa aku sekarang berada di tengah sawah. Tempat yang paling pas untuk menunggu matahari terbit.

Kuhirup nafas dalam dalam. Segar menyesaki dada. Tidak ada yang lebih menyehatkan selain udara pagi, bukan?

Matahari pun muncul. Sedikit demi sedikit memancarkan sinarnya. Aku menikmati cahaya yang terang tapi tidak menyilaukan selama beberapa saat.

Kutatap matahari yang masih perawan pagi ini dengan mata terbuka. Sinarnya lembut memasuki retinaku. Kurasakan pupilku mengecil. Menyisakan sedikit ruang untuk setitik cahaya memasuki ruang kornea. Menggetarkannya.

Begitu hangat itu membuat mataku silau. Kututup kelopak mata dan kunikmati cahaya yang merayap di kulitku. Setiap sel bergemuruh menyambut gembira rasa hangat yang nyaman itu.

Dan terjadilah, getaran sel yang terangsang cahaya menyeruak masuk ke permukaan kesadaranku.

Aku dapat merasakan setiap inci tubuhku, setiap butiran selku, yang bergetar halus tergerus panas. Aku MENYADARINYA.

Dan tahulah aku bahwa mereka memang hidup. Sebenarnya, Aku menjadi hidup karena mereka hidup.

Seiring getaran yang menguat karena panas. Kurasakan energi mengaliri tubuhku. Mereka, triliunan sel itu, menyerap cahaya matahari. Menyimpannya. Menunggu untuk diolah.

Kuatur nafas. Kuamati gerak pikiranku yang sekarang tak dapat bersembunyi lagi. Jelas di batinku lalu-lalang mereka yang selama ini tidak terdeteksi.

Kubuang nafas. Kuluruhkan semua keriuhan di kepala dan hatiku seiring nafas yang terhembus. Kukeluarkan semua pikiran, sakit hati, emosi terpendam dan semua masalahku agar terbakar oleh sang surya.

Lega. Hening. Diam.

Setiap nafas yang terhembus. Pikiran yang terbuang. Emosi yang luruh. Membuat kesadaranku naik makin tinggi. Makin kuat.

Kesadaranku meluas tanpa batas.

Tiba-tiba, aku menjadi solar cell. Menjadi daun. Menjadi bumi yang dicumbu matahari setiap pagi.

Menjadi semesta cahaya.

No comments:

Post a Comment